Home » Pencak Silat » Silat Harimau Minagkabau: Sejarah Asal Muasal

Silat Harimau Minagkabau: Sejarah Asal Muasal

Sejarah pencak silat harimau didirikan sekitar tahun 1119 oleh Datuk Suri Dirajo, di daerah Pariangan, Padang Panjang, Sumatera Barat.

Sejarah Silat Harimau. Silat Harimau, juga dikenal sebagai Silek Harimau dalam bahasa Minangkabau, adalah gaya pencak silat (seni bela diri Indonesia) yang berasal dari Sumatera Barat, Indonesia.

Namanya berarti “Silat Harimau”, dan gerakan serta filsafatnya terinspirasi oleh kelincahan, kekuatan, dan keganasan harimau.

Ciri-Ciri Silat Harimau

Berikut adalah beberapa karakteristik utama Silat Harimau:

  • Gerakan cepat dan gesit: Praktisi Silat Harimau meniru kelincahan dan kelincahan harimau, menggunakan posisi rendah, langkah kaki cepat, dan serangan tiba-tiba.
  • Penekanan pada pertempuran jarak dekat: Berbeda dengan beberapa gaya silat lainnya yang berfokus pada teknik tendangan dan senjata, Silat Harimau mengutamakan pertempuran jarak dekat dengan pukulan, siku, lutut, dan takedown.
  • Penggunaan cakar: Beberapa teknik Silat Harimau melibatkan serangan tangan terbuka yang menyerupai cakar harimau, yang ditujukan ke titik-titik rentan seperti leher dan wajah.
  • Latihan spiritual dan mental: Silat Harimau bukan hanya tentang pertempuran fisik. Ini menggabungkan latihan pernapasan, meditasi, dan disiplin mental untuk menumbuhkan fokus, kesadaran, dan pengendalian diri.

Baca Juga Cara Belajar Silat Harimau Sendiri di Rumah

Asal Silat Harimau

Silat Harimau diperkirakan berasal dari wilayah Pariangan di Sumatra Barat sekitar tahun 1119. Ini dikembangkan oleh orang Minangkabau, yang menggunakannya untuk bela diri, melatih para pasukan kerajaan.

Saat ini, Silat Harimau masih dipraktikkan di Sumatra Barat dan bagian lain Indonesia, baik untuk bela diri maupun sebagai bentuk seni budaya.

Sejarah Silat Harimau

Pada awalnya, sejarah silat harimau hanya diajarkan untuk peperangan saja dan hanya digunakan oleh para pengawal para raja. Silek harimau didirikan sekitar tahun 1119 oleh Datuk Suri Dirajo, di daerah Pariangan, Padang Panjang, Sumatera Barat. Pada saat itu, Datuk Suri Diarjo mengajari para panglima kerajaan dengan gaya silat yang berbeda-beda.

Salah satu gaya silat yang diajarkan oleh Datuk Suri Dirajo adalah silek harimau. Silek harimau memiliki ciri khas gerakan yang gesit dan eksplosif, serta menggunakan tenaga dalam yang besar. Silek harimau juga memiliki filosofi yang mendalam, yaitu kekuatan yang berasal dari alam.

Selama berabad-abad, silek harimau hanya diajarkan secara turun-temurun kepada para panglima kerajaan. Hal ini menyebabkan silek harimau tidak berkembang secara pesat. Selain itu, silek harimau juga memiliki pakem yang ketat, sehingga tidak mudah untuk dipelajari oleh orang luar.

Dari tahun ke tahun silek harimau mulai mengalami masa keterpurukan. Hal ini disebabkan oleh tidak adanya regenerasi pesilat harimau. Para panglima kerajaan yang menguasai silek harimau mulai meninggal dunia, sehingga tidak ada lagi orang yang dapat mengajarkan silek harimau.

Pada saat itulah, Guru Besar Pencak Silat Harimau Edwel Yusri Datuk Rajo Gampo Alam mengambil langkah untuk menyelamatkan silek harimau. Pak Datuk, begitu ia biasa disapa, kemudian memperbolehkan silek harimau untuk disebarluaskan.

Silek harimau kemudian mulai diajarkan di berbagai perguruan silat di Minangkabau.

Saat ini, silek harimau sudah mulai banyak dipelajari oleh masyarakat. Silek harimau tidak hanya menjadi seni bela diri, tetapi juga menjadi kebanggaan masyarakat Minangkabau.

Silek harimau adalah seni bela diri yang memiliki sejarah panjang dan unik. Seni bela diri ini mengalami masa-masa sulit, namun akhirnya dapat bangkit dan menjadi warisan budaya yang berharga.

Baca Juga Sejarah Silat Cimande, Aliran Silat Tertua di Indonesia

Akhir Kata

Demikianlah informasi mengenai sejarah singkat pencak silat harimau yang dapat kami tuliskan, semoga informasi tersebut dapat.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *